Tim SAR Gabungan berhasil mengidentifikasi titik koordinat dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yang terjebak erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara. Meski lokasi telah ditemukan, aktivitas vulkanik yang ekstrem hingga Minggu (10/5/2026) masih menjadi penghalang utama proses evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maluku Utara Iwan Ramadani, mengemukakan bahwa kedua korban berada dalam posisi yang sangat rawan. Berdasarkan pantauan, keduanya terdeteksi hanya berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah utama.
“Tim sudah mengonfirmasi posisi kedua korban. Namun, evakuasi belum bisa dilakukan karena jarak mereka sangat dekat dengan bibir kawah, yang saat ini merupakan zona bahaya paling tinggi,” ujar Iwan.
Hingga saat ini, Gunung Dukono masih terus menunjukkan aktivitas vulkanik dengan intensitas tinggi. Semburan material pijar dan letupan yang terjadi sewaktu-waktu memaksa tim penyelamat untuk tetap bersiaga di zona aman guna menghindari risiko jatuhnya korban tambahan.
Saat ini, pihak SAR sedang menyusun strategi teknis sembari memantau kondisi cuaca. Sebanyak 150 personel yang terbagi dalam empat regu telah disiagakan di kaki gunung untuk bergerak cepat jika situasi memungkinkan.
Berdasarkan data resmi, kedua WNA Singapura yang sedang dalam upaya penyelamatan ini adalah Heng Wen Qiang Timothy (30 tahun) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27 tahun). *



