Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda meluncurkan gebrakan program jaring pengaman sosial tahun 2026, di kawasan Benteng Orange, Kota Ternate, Senin 25 Mei 2026. Momentum ini menandai penyaluran bantuan sosial besar-besaran yang diguyur secara serentak ke 10 Kabupaten Kota di Malut.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly mengapresiasi kinerja cepat jajaran Dinas Sosial dalam merespons kebutuhan warga, mulai dari penyaluran santunan kematian hingga penanganan pasien sakit.
Namun, sorotan utama tertuju pada komitmen kesehatan publik. Sherly mengingatkan warga kategori desil 1-5 untuk tidak lagi takut berobat. Berkat kolaborasi anggaran antara Pemda Kabupaten Kota, Provinsi, dan Kemensos, Maluku Utara kini resmi menyandang status UHC (Universal Health Coverage) Prioritas.
“Cukup modal KTP Maluku Utara, warga di kategori ini (masyarakat berpenghasilan rendah) bisa langsung mengaktivasi BPJS-nya saat darurat medis. Mau berobat di rumah sakit daerah atau bahkan harus dirujuk ke luar provinsi, semua dibiayai negara,” jelas Sherly.
Di hadapan masyarakat, Sherly juga menegaskan bahwa agenda peluncuran gebrakan program jaring ini sama sekali bukan panggung seremonial kosong demi pencitraan politik.
“Pemerintah itu harus hadir. Bukan cuma datang mendata atau sekadar tertulis indah di dalam laporan. Kehadiran kita harus menjadi solusi nyata, meringankan beban hidup, memulihkan harapan mereka, dan mengirimkan pesan kuat kepada rakyat bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” kata Sherly.
Rangkaian bantuan yang disalurkan tersebut mencakup pemenuhan hak disabilitas seperti kaki palsu dan kursi roda, pemulihan gizi anak stunting, hingga bantuan produktif berupa mesin tempel untuk memulihkan ekonomi nelayan lokal. *



