HALMAHERA – Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, mengimbau masyarakat di Kecamatan Galela Barat dan Galela Selatan yang terlibat konflik untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul ketegangan yang kembali meningkat di Desa Samuda, Kecamatan Galela Barat, setelah sebelumnya warga sempat memblokir akses jalan di wilayah tersebut.
Meski pemerintah daerah telah melakukan pendekatan persuasif hingga pemblokiran jalan dibuka, situasi dilaporkan kembali memanas tiga hari kemudian.
Piet menjelaskan, Pemda Halmahera Utara telah turun langsung ke lokasi untuk memediasi para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat dari Desa Igobula, Ori, Bale, dan Samuda.
“Pemerintah daerah berupaya mempertemukan seluruh pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan secara damai melalui dialog dan musyawarah,” ujar Piet saat ditemui kieraha.com di Ternate, Selasa (3/11/2026) malam.
Menurut Piet, salah satu pemicu memanasnya situasi adalah adanya dugaan penebangan tanaman milik warga. Namun, hingga kini pihak yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut belum teridentifikasi secara pasti.
“Sampai hari ini belum ada bukti pasti siapa pelakunya. Saling curiga antar-kelompok inilah yang akhirnya kerap memicu ketegangan di lapangan,” jelasnya.
Ia mengingatkan warga agar tidak saling menuduh tanpa bukti sah. Menurutnya, prasangka buruk justru berpotensi memperbesar skala konflik dan merusak hubungan persaudaraan antarwarga yang selama ini terjalin.
Piet juga menyayangkan insiden kekerasan yang berujung pada jatuhnya korban luka akibat senjata tajam. Ia berharap masyarakat setempat dapat menahan diri, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menolak segala bentuk tindakan main hakim sendiri.
“Persoalan lahan harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan pemalangan jalan maupun tindakan kekerasan,” tegas Piet. *




