SOFIFI — Suasana Kelurahan Sofifi, Oba Utara, Tidore Kepulauan, mendadak mencekam menyusul peristiwa percobaan kekerasan seksual yang dialami seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial RG (36 tahun). Ibu muda ini nyaris menjadi korban kejahatan oleh pria misterius berpenampilan tertutup, Jumat (30/10/2026) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIT.
Pelaku diduga nekat menyelinap masuk ke dalam rumah korban melalui pintu dapur saat situasi sekitar dalam keadaan sepi.
Saat kejadian, korban sedang tidur bersama kedua anaknya. Ia terbangun dari tidurnya setelah merasakan sentuhan pada bagian paha kiri. Korban terkejut mendapati seorang pria berpostur besar dengan wajah tertutup kain rapat—menyerupai penutup wajah ninja—sudah berada di samping tempat tidurnya.
Panik dan ketakutan, RG berniat berteriak untuk meminta pertolongan. Namun, pelaku langsung membekapnya.
“Saat saya mencoba berteriak, dia langsung menutup mulut dan hidung saya dengan tangan sekuat tenaga hingga saya mengalami sesak napas,” ujar RG saat ditemui di Sofifi.
RG mengaku sempat berupaya melawan, namun tenaganya tidak sebanding dengan postur tubuh pelaku. Setiap kali ia meronta, cengkeraman pada wajahnya semakin kuat. Dalam kondisi tersebut, korban akhirnya memilih pasrah demi keselamatan diri dan anak-anaknya.

“Karena semakin saya melawan, genggamannya semakin kencang menutup mulut dan hidung. Saya sempat berpikir jika terus melawan, saya bisa kehabisan napas. Akhirnya saya pasrah, dan saat itulah dia melepaskan tangannya lalu melarikan diri lewat pintu dapur,” tutur RG.
Sesaat setelah pelaku melarikan diri, dalam kondisi syok korban bersama kedua anaknya berlari menuju rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari lokasi untuk meminta pertolongan kepada sanak saudara.
Keesokan harinya, korban bersama pihak keluarga resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Oba Utara agar pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum.
Saat ini, kepolisian setempat masih melakukan pendalaman serta penyelidikan lebih lanjut terkait laporan tersebut untuk memburu pelaku yang meresahkan warga. *



