MOROTAI – Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (ICG FIA UI) mengenalkan aplikasi Sistem Informasi Petani Nelayan (SiPeNy) di Kantor Desa Sangowo Induk, Morotai Timur, Senin (27/10/2026). 

Inovasi ini merupakan kolaborasi strategis dengan Pemkab Pulau Morotai untuk memperkuat daya saing dan tata kelola koperasi nelayan di wilayah perbatasan.

Ketua Tim Riset, Prof Dr Teguh Kurniawan, menegaskan bahwa teknologi tepat guna adalah kunci transformasi administrasi kawasan pesisir. 

“Pemanfaatan teknologi menjadi penggerak utama tertibnya pengelolaan data dan penguatan tata kelola koperasi yang tangguh,” ujar dia.

Acara ini dihadiri oleh aparatur Desa Sangowo Induk, pengurus Koperasi Nelayan Tuna Pasifik Morotai, serta belasan nelayan setempat.

Solusi Luring untuk Wilayah Blank Spot

Dalam uji coba langsung, para nelayan mengoperasikan fitur SiPeNy untuk pencatatan hasil tangkapan, pengelolaan buku kas, hingga pembuatan laporan keuangan otomatis berformat PDF dan Excel.

Keunggulan utama SiPeNy terletak pada fitur offline (luring) yang dirancang khusus mengatasi keterbatasan sinyal di pulau terluar. Data yang diinput di area tanpa sinyal akan tersimpan aman di gawai dan otomatis tersinkronisasi ke server pusat saat perangkat kembali terhubung ke internet.

Pangkas Beban Manual dan Perkuat Transparansi

Selama ini, Koperasi Nelayan Tuna Pasifik Morotai mengandalkan pencatatan manual yang memakan waktu dan rawan keliru. 

Bendahara Koperasi, Iqbal, menyambut positif kehadiran SiPeNy yang dinilai sangat membantu penyusunan laporan harian hingga laporan pertanggungjawaban Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Integrasi digital ini memangkas beban administratif secara signifikan sekaligus mendongkrak transparansi keuangan bagi seluruh anggota,” kata Iqbal.

Sementara itu, pengurus koperasi, Ahmad, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. 

“Kami butuh pelatihan intensif agar SiPeNy menjadi bagian dari rutinitas harian, bukan sekadar proyek seremonial,” lanjutnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog interaktif untuk menyerap aspirasi nelayan demi pengembangan fitur SiPeNy ke depan. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan mampu mewujudkan koperasi pesisir perbatasan yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan. *