oleh

PKL Mahasiswa Berujung Maut di Halmahera

Nasib nahas menimpa seorang mahasiswi asal Desa Guruapin, Kecamatan Kayoa, bernama Jihan Noviyanti Idhar. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan atau PKL yang ia laksanakan bersama beberapa rekannya berujung maut. Tubuhnya tertimbun tanah longsor, di lokasi perusahaan kayu milik PT Tenaga Bakti Persada, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Senin (5/3/2018).

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, itu tewas setelah tertimbun longsor. Ketika itu, ia bersama rekan-rekannya sedang melaksanakan kegiatan PKL di lokasi perusahaan itu.

“Pada saat terjadi longsor, ada dua mahasiswi (STP Labuha) yang terkena longsoran. Namun hanya Noviyanti (korban tewas) yang seluruh tubuhnya tertimbun,” kata Husni Salim, Rektor Sekolah Tinggi Pertanian Labuha, saat dihubungi Senin.

Husni mengemukakan, kegiatan PKL tersebut baru berlangsung sepekan lebih, dan masih akan berlangsung hingga sebulan. “Korban tewas langsung dibawa ke Labuha, kemudian dibawa ke rumah duka, Desa Guruapin, Kecamatan Kayoa,” ujar Husni.

BACA JUGA

Destinasi Wisata Gura Ici dan Nasibmu Kini

Berdasarkan kronologis dari Polres Halmahera Selatan menyebutkan, sesuai keterangan para saksi sebelum terjadinya longsor, korban meninggal maupun yang selamat dari maut, kala itu sedang bersama-sama melakukan kegiatan PKL, salah satunya mewawancarai Kepala Bidang Produksi PT Tenaga Bakti Persada.

Maksud dilakukan wawancara tersebut, sebagai bahan PKL untuk program studi mahasiswa setempat, dan setelah wawancara selanjutnya mahasiswa PKL langsung menuju lokasi tractor yang saat itu sedang beroperasi membuat jalan produksi.

Setibanya di lokasi tractor, tiba-tiba terjadi longsor, ketika itu seorang saksi bernama Prapto, operator tractor berteriak, sehingga korban dan rekan-rekannya langsung melompat menyelamatkan diri.

“Akan tetapi (saudari) Jihan Noviyanti Idhar tidak sempat menyelamatkan diri karena telah tertimbun longsoran,” kata Kapolres Halmahera Selatan AKBP Irfan P Marpaung.

Selain Jihan, sambung Kapolres, juga terdapat korban tertimpa lonsor bernama Siti Radia Bahrun, mahasiswi PKL STP Labuha, namun nasibnya masih dapat tertolong.

Kapolres mengatakan setelah peristiwa longsor itu para saksi di lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap korban.

Tim medis dr Wirda Alkatiri mengatakan korban meninggal tersebut diduga karena kekurangan oksigen pada saat tertimbun tanah longsoran. Wirda menambahkan, saat ini jenazah korban telah dikembalikan ke keluarganya di Kecamatan Kayoa.

“Sementara korban selamat, Siti Radia Bahrun saat ini masih mendapat perawatan medis, itu di klinik PT Telaga Bakti Persada. Kondisinya mulai membaik,” kata dia.

Source: Sekolah Tinggi Pertanian Labuha

Suparto Mahyudin

Komentar

Tinggalkan Balasan