oleh

Masuk Ternate Aman Tanpa ‘Rapid Test’ Tapi Akan Ditembak Pakai Ini

Ternate merupakan kota pulau kecil, yang saat ini sudah terkonfirmasi 111 orang positif Covid-19 dari jumlah kasus di Provinsi Maluku Utara sebanyak 174 orang per 2 Juni 2020.

Dari jumlah kasus di kota kecil berbentuk bulat kerucut itu, sekitar 70 persen merupakan warga Ternate. Mereka terkonfirmasi–tertular virus corona karena memiliki perjalanan di luar daerah. Sisanya merupakan kasus transmisi lokal yang tertular melalui warga di kota itu.

Meski sudah ada kasus transmisi lokal, dan setiap hari mengalami peningkatan jumlah kasus positif sejak 23 Mei hingga 2 Juni 2020, namun pemberlakuan orang masuk keluar berdasarkan hasil rapid test tidak diberlakukan. Pertimbangan tidak diberlakukannya pemeriksaan orang masuk di Ternate pakai hasil rapid test, itu karena secara ekonomi banyak masyarakat yang merasa terbebani.

BACA JUGA

Alasan Warga Keberatan Hasil Rapid Test Jadi Syarat Masuk di Halmahera

“Orang hanya berurusan sedikit saja uangnya musti keluar, sementara ekonomi masyarakat ini kan tidak sama, jadi kita tidak berlakukan dengan persyaratan hasil rapid test,” jelas Nurbaity Rajabessy, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, ketika dikonfirmasi kieraha.com, di depan Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Ternate, Selasa, 2 Juni 2020.

Nurbaity menyatakan, bagi orang yang melakukan perjalanan dari Kota Ternate ke luar daerah wilayah Maluku Utara, harus memiliki surat keterangan dari kelurahan dan surat keterangan sehat dari Puskesmas dan disertai dengan surat perjalanan dari gugus tugas.

“Apabila bersangkutan sehat (berdasarkan surat keterangan sehat dari Puskesmas) maka langsung ke Posko Gugus Tugas Kota Ternate (di lantai II eks Kantor Wali Kota Ternate) untuk dibuatkan surat perjalanan. Kalau perjalanannya di luar daerah Maluku Utara, maka ke posko gugus tugas provinsi (di Hotel Sahid, Kelurahan Jati, Ternate),” ujar dia.

Ditembak Pakai 'Scan' Suhu Tubuh
Foto ilustrasi scan suhu tubuh. (Istimewa)

Nurbaity mengemukakan, pemberlakuan bagi orang yang masuk wilayah Ternate hanya akan diperiksa menggunakan scan suhu tubuh yang diarahkan ke wajah orang tersebut.

“Karena pemeriksaan orang melalui alat rapid test yang disediakan pemerintah kota (melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Ternate) ini dilakukan secara gratis, namun hanya untuk Orang Dalam Pemantauan atau ODP dan Pasien Dalam Pengawasan yang diduga kontak erat di Ternate,” lanjut Nurbaity.

“Juga karena pengadaan alat rapid test di Ternate ini sangat terbatas, sehingga dilakukan pemeriksaan secara gratis itu hanya kepada orang yang memang diduga,” jelasnya lagi.

BAGIKAN